<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729</id><updated>2011-07-28T18:08:39.923-07:00</updated><category term='lucu'/><category term='satu'/><category term='dinar'/><category term='dialog'/><category term='1'/><category term='emas'/><category term='kambing'/><category term='seekor'/><title type='text'>emas dan kambing</title><subtitle type='html'>Kampanye syariah yang profitable</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-6513133259011504064</id><published>2010-07-15T15:59:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T16:16:38.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dinar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seekor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>1 Dinar Emas = 1 Kambing: Dialog Lucu</title><content type='html'>Di suatu jam istirahat siang, di kantin suatu kompleks perkantoran terjadilah suatu dialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasi &lt;a href="http://cafe-rieka.com/?p=1430"&gt;Ayam Lodho&lt;/a&gt;, satu porsi Mak. Minumnya es teh manis" Saya memesan makan siang pada Emak, pemilik kantin.&lt;br /&gt;"Oke, siap dalam 1 menit. Silakan duduk dulu Pak Joko." Sambut Emak ramah dan cekatan.&lt;br /&gt;“Berapa harga ayam sekarang Mak?” Sambil nunggu pesanan, saya mengajak Emak berteka-teki.&lt;br /&gt;”Teka teki kok gitu...? ya jelas Emak tau to Pak, 25 sampai 40 ribuan deh.. tergantung besarnya..”&lt;br /&gt;”Berapa harga kambing sekarang Mak?”&lt;br /&gt;”1 juta sampai 1,7 juta-an.. tergantung jenis dan besarnya juga. Ini teka-teki kok gak bermutu?”&lt;br /&gt;”Kalau harga ayam 35 tahun lalu berapa?” Tanyaku lagi sambil menerima seporsi Ayam Lodho pesananku tadi.&lt;br /&gt;Emak mengernyitkan keningnya sambil memutar-mutarkan pulpen di jarinya ala generasi MTV kalau sedang mikir. Si Emak memang funky.&lt;br /&gt;”Hmm.. sekitar seribu limaratusan Pak.”&lt;br /&gt;”Kalau harga kambing 35 tahun lalu berapa?”&lt;br /&gt;”Wah yang ini Emak agak lupa. Ee ee.. seingatku sih 60ribuan. Naah.. yang ini sih agak susah, tapi tetap gak mutu lho Pak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa peduli pada protes Emak, pertanyaan saya terus berlanjut.&lt;br /&gt;”Berapa harga ayam jaman Rasulullah SAW Mak?”&lt;br /&gt;Kening Emak tambah berkerut. Dahinya mulai mirip makhluk Klingon dalam serial Film Star Trek.&lt;br /&gt;”Ahh, mene ketehe Pak???” Bahasa funky nya keluar. Maklum pelanggan Emak kebanykan penonton fanatik Extravaganza. Sehingga Emak fasih berbahasa ala Tora, Aming dan Indra Birowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Harga ayam jaman Rasulullah itu 1 Dirham Mak. 1 Dirham itu kira-kira Rp 37ribuan. Dirham itu uang logam yang terbuat dari perak murni..”&lt;br /&gt;”Wah.. 1 Dirham di sini malah bisa dapat 2 ayam, kalo ayamnya agak kecil He he.. Jadi harga ayam gak berubah sejak zaman Rasulullah ya Pak?” Si Emak bersemangat. “Harga kambing juga gak berubah Mak, harga kambing jaman Rasulullah itu 1 Dinar. 1 Dinar itu kira-kira Rp.1,5 juta-an, yang jenis PE bisa sampe 2 Dinar Mak. Dinar itu uang logam yang terbuat dari emas 22 karat dengan berat 4,25 gram.”&lt;br /&gt;”Lho kok bisa ya Pak? Wah, hebat ini. Kalau uang Rupiah kita kan nilainya turun terus.. lihat saja harga ayam 30 tahun lalu Rp.1.500,- sekarang sudah 17ribuan” Emak makin semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya karena Dinar &amp;amp; Dirham itu terbuat dari logam mulia Mak..sehingga memang punya nilai. Lha kalau Rupiah atau Dolar kan cuma kertas thok yang diberi angka dan dijamin oleh pemerintah sebagai alat tukar.”&lt;br /&gt;”Jadi misalkan pemerintahannya bubar, Indonesia bubar. Maka uang-uangku ini gak bisa di dipakai jual beli ya Pak?” Tanya Emak sambil nunjuk ke arah laci.&lt;br /&gt;”Bener banget Mak” Emak memang berotak encer. Kalau saja dia dulu sekolah, mungkin sudah sekarang sudah jadi Menteri Perdagangan.&lt;br /&gt;”Tapi kalau duit emas dan perak, walaupun negaranya bubar tetap saja bisa dipake jual beli karena duitnya terbuat dari emas dan perak ya Pak?” Tanya Emak lagi. Saya mengangguk membenarkan.&lt;br /&gt;”Lha kok kita mau ya dibayar sama kertas ginian?” Emak menggenggam segepok 10ribuan dari laci kasirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mak, yang lebih seru, emas Indonesia di Papua digali oleh perusahaan Amerika lalu emasnya dibawa ke Amerika dan sebagai imbalannya kita menerima kertas yang ada tulisan US DOLLAR nya. Minyak di Saudi Arabia dikirim ke Amerika dan orang Arab juga menerima kertas yang ada tulisan US DOLLAR nya.”&lt;br /&gt;”Wah orang Amerikanya jadi kaya dong karena banyak emasnya.Lha berarti di brankas pemerintah kita cuma ada kerta-kertas bertuliskan US DOLLAR itu ya pak? Emasnya nggak nambah2 ya. Lho kok mau dikadali gitu to pak..?!!!” Emak berubah jadi geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang lebih hebat lagi, untuk mencetak uang US DOLLAR itu biayanya Cuma 40 sen atau Rp 4,500 lah.. bayangkan US$ 100 itu kan nilainya sama dengan Rp 900ribu. Berapa untung pemerintah Amerika dari mencetak uangnya? Rp. 895,500!! Kita aja bodo mau mengikuti sistem yang dibuat Amerika Mak..?!!”&lt;br /&gt;Emak dan saya pun termenung. Suasana kantin tiba-tiba senyap. Ayam Lodho di mulut saya mulai terasa hambar.&lt;br /&gt;”Teka tekinya bermutu sekali Pak.” Emak berkata lirih sambil merapihkan uang-uang kertas di laci kasirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inflasi memang menjadi masalah besar Indonesia dan rezim uang kertas lainnya. Sebenarnya, masalah ini bisa sangat dihentikan bila kita kembali menggunakan mata uang dinar/dirham atau uang Rupiah yang didukung oleh emas/perak yang tersimpan di brankas Bank Indonesia. Artinya bila Bank Indonesia mengedarkan uang kertas baru senilai 1 milyar Rupiah, maka di dalam brankas BI harus tersimpan batangan emas senilai 1 milyar Rupiah juga. Dengan sistem ini, harga susu di jaman sekarang InsyaAllah akan tetap sama di jaman cucu dan cicit kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui untuk mengubahnya, perlu perjuangan dan biaya besar. Namun kita bisa memulainya dari sekarang dengan mulai menabung untuk keperluan jangka panjang (mis: biaya pendidikan, beli mobil atau rumah) dalam bentuk Dinar/Dirham, atau benda riil lainnya semacam kambing, ayam, kayu (pohon), dan sejenisnya. Keuntungannya bagi kita adalah tabungan kita tidak akan digerogoti inflasi. Karena daya beli logam mulia relatif stabil seperti nampak dalam kasus harga ayam dan kambing di atas. Bagi yang tertarik bisa melihat website: www.logammulia.com atau www.e-dinar.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Satu bukti lain, sistem moneter Islam paling unggul dibanding dengan sistem lain. Saya berdoa, semoga Allah berkenan memberi kesempatan untuk Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju secara ekonomi dan menjalar pada politik, hukum dan pemerintahan. Sehingga cahaya Islam memancar ke segala penjuru dan memberi pencerahan kepada semua bangsa, ras dan bahkan pemeluk agama lain. Karena memang sifat dasar Islam itu Rahmatan Lil 'Alamin. Amiin.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;Lamunan saya buyar. Nasi dan lauk di piring pun tandas.&lt;br /&gt;“Berapa semuanya Mak?” Saya bersiap-siap kembali ke kantor.&lt;br /&gt;“15 ribu Pak.. ”&lt;br /&gt;Saya menyodorkan uang kertas sepuluh ribuan.&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Emak bertanya. “Pak Joko, nggak ada Dinar ya..??”&lt;br /&gt;"Huaa ha ha ha..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak memang super cerdas. Lebih cerdas dari orang-orang yang menggadaikan sumber daya alam Indonesia kepada negara asing demi setumpuk kertas bertuliskan US DOLLAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam Bissawab. Disadur dari: Tubagus Hanafi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-6513133259011504064?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/6513133259011504064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/07/1-dinar-emas-1-kambing-dialog-lucu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/6513133259011504064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/6513133259011504064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/07/1-dinar-emas-1-kambing-dialog-lucu.html' title='1 Dinar Emas = 1 Kambing: Dialog Lucu'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-2158252136701163421</id><published>2010-07-15T05:30:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T05:36:27.776-07:00</updated><title type='text'>Bukti Stabilitas Mata Uang Emas Selama Ratusan Tahun</title><content type='html'> Mungkin Anda bertanya apakah ada uang atau unit of account di zaman ini yang tidak terpengaruh oleh inflasi ?, jawabnya ada yaitu mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang sama dengan nilai nominalnya yaitu mata uang yang berupa emas dan perak atau dalam khasanah Islam disebut sebagai Dinar dan Dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya adalah apa benar emas dan perak atau Dinar dan Dirham tidak terpengaruh oleh inflasi atau daya belinya memang tetap sepanjang zaman ?, untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan uraian yang agak panjang sebagi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Qur’an dan Hadits dapat kita pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang tetap, sedangkan mata uang lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan daya beli (terjadi inflasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an yang agung, Allah berfirman :"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ”Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun". (Al-Kahf 019)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat tersebut diatas diungkapkan bahwa mereka meminta salah satu rekannya untuk membeli makanan di kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi yang jelas uang perak. Kalau kita asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka ini konversinya ke nilai Rupiah sekarang akan berkisar Rp 100,000. Dengan uang perak yang sama sekarang (1 Dirham sekarang sekitar Rp 33,900) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Jadi setelah lebih kurang 18 abad, daya beli uang perak relatif sama. Coba bandingkan dengan Rupiah, tahun 70-an akhir sebagai anak SMA yang kos saya bisa makan satu bulan dengan uang Rp 10,000,-. Apakah sekarang ada anak kos yang bisa makan satu bulan dengan uang hanya Rp 10,000 ? jawabannya tentu tidak. Jadi hanya dalam tempo kurang dari 30 tahun saja uang kertas kita sudah amat sangat jauh perbedaan nilai atau kemampuan daya belinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai daya beli uang emas Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, SAW adalah satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat adil, tentu beliau tidak akan menyuruh ‘Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua adalah ketika ‘Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar. Memang sebelumnya ‘Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, SAW. Diriwayat lain ada yang mengungkapkan harga kambing sampai 2 Dinar, hal ini mungkin-mungkin saja karena di pasar kambing manapun selalu ada kambing yang kecil, sedang dan besar. Nah kalau kita anggap harga kambing yang sedang adalah satu Dinar, yang kecil setengah Dinar dan yang besar dua Dinar pada zaman Rasulullah SAW maka sekarangpun dengan ½ sampai 2 Dinar (1 Dinar pada saat saya menulis artikel ini = Rp 1,171,725) kita bisa membeli kambing dimanapun di seluruh dunia – artinya setelah lebih dari 14 abad daya beli Dinar tetap. Coba bandingkan dengan Rupiah kita. Pada waktu saya SD (awal 70-an) bapak saya membelikan saya kambing untuk digembala sepulang sekolah, harga kambing saat itu berkisar Rp 8,000. Nah sekarang setelah 35 tahun apakah kita bisa membeli kambing yang terkecil sekalipunpun dengan Rp 8,000 ? tentu tidak. Bahkan ayam-pun tidak bisa dibeli dengan harga Rp 8,000 !. Wallahu A'lam bi showab. Writen by: Muhaimin Iqbal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-2158252136701163421?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/2158252136701163421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/07/bukti-stabilitas-mata-uang-emas-selama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/2158252136701163421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/2158252136701163421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/07/bukti-stabilitas-mata-uang-emas-selama.html' title='Bukti Stabilitas Mata Uang Emas Selama Ratusan Tahun'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-769234912519423288</id><published>2010-06-27T13:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T13:25:28.742-07:00</updated><title type='text'>Goat &amp; Gold Investment : Risk and Reward...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kambing dan emas atau Dinar adalah dua hal yang sangat erat  dalam system ekonomi dan syariah Islam. Selain karena seluruh nabi menggembala kambing, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=303:kambingnomics-sistem-ekonomi-warisan-para-nabi&amp;amp;catid=34:enterpreneurship&amp;amp;Itemid=86"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;kambing dan Dinar  digunakan untuk standar pelaksanaan hukum-hukum tertentu dalam syariah.  Misalnya ketika Anda pergi haji bersama istri, karena tidak tahu atau  tidak tahan sehingga Anda melakukan hubungan suami istri sebelum &lt;em&gt;tahallul&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; – maka Anda terkena  denda untuk menyembelih 7&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ekor kambing atau 1 ekor unta.  Sedangkan Dinar sudah sering saya jelaskan sebagai standar nisab zakat,  nisab pencuri, uang darah dlsb.&lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Karena  kambing dan Dinar merupakan bagian tidak terpisahkan dari syariat agama  akhir zaman ini, maka pastilah keberadaannya dijamin oleh yang membuat  syariat itu sendiri sampai akhir zaman. Hal ini memudahkan kita dalam memilih bidang investasi atau pekerjaan, &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=395:memilih-bidang-pekerjaan-di-akhir-zaman&amp;amp;catid=34:enterpreneurship&amp;amp;Itemid=86"&gt;&lt;/a&gt; karena yang kita lakukan hanyalah  menyesuaikan dengan apa yang dikehendakiNya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Selain penggunaannya dalam pelaksanaan syariah, secara  historis keduanya juga memiliki hubungan nilai yang sangat dekat – yaitu  harga kambing standar qurban bertahan di sekitar 1 Dinar selama lebih  dari 1400 tahun. Inilah kaidah itu; standar hukum Islam itu valid dan  dapat diandalkan sampai akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dengan  fakta-fakta tersebut diatas-lah maka insyallah tidak salah bila kita  menjadikan &lt;em&gt;Goat &amp;amp; Gold&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; ini sebagai instrumen investasi kita. Yang  kemudian perlu disadari adalah bahwa dalam hal investasi, kambing  memiliki karakter yang sangat berbeda dengan emas atau Dinar. Justru  perbedaan karakter inilah yang membuat keduanya bisa disinergikan untuk  saling melengkapi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dinar sebagai investasi  merupakan instrumen yang sangat aman karena tidak pernah kehilangan  nilai atau daya beli; appresiasi nilainya mampu mengalahkan inflasi.  Namun meskipun appresiasi nilai Dinar ini bisa berkisar antara 3 – 5  kali bagi hasil deposito dalam sepuluh tahun terakhir, satu Dinar tetap  satu Dinar bila Anda simpan dalam berapa lama-pun. Dinar tidak beranak  dan daya belinya tetap setara satu ekor kambing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Di sisi lain kambing, standarnya dua tahun beranak tiga  kali. Jumlah anak normalnya sekali beranak adalah dua meskipun bisa  lebih atau berkurang. Namun memelihara kambing adalah investasi yang  penuh risiko. Kematian oleh berbagai sebab penyakit adalah ancaman  utamanya, selain risiko-risiko lain yang tingkatnya lebih rendah seperti  kelambatan reproduksi, berkurangnya hasil susu karena problem pakan  dlsb – dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Risiko-risiko tersebut  bisa di &lt;em&gt;minimize&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dengan adanya team dokter yang &lt;em&gt;competent&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;, adanya ahli  reproduksi dan ahli pakan – tetapi  risiko-risiko tersebut diatas tidak  bisa dihilangkan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dalam  ilmu &lt;em&gt;risk management&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; yang syar’i; risiko-risiko yang harus kita  hadapi tersebut tidak boleh kita transfer ke orang lain seperti asuransi  konvensional ataupun mekanisme &lt;em&gt;risk transfer&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; lainnya – karena  berarti ini memindahkan mudharat ke orang/pihak lain atau jual beli  dengan gharar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lantas bagaimana  solusinya ?, dalam Islam dikenal konsep yang sangat indah yaitu tolong  menolong atau &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;taawun&lt;/span&gt;.  Maka kepada para investor atau &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;shahibul mal&lt;/span&gt; di project investasi  kambing, kami perkenalkan konsep &lt;em&gt;taawun&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dengan &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;shahibul mal&lt;/span&gt;  lain dan atau dengan kami. Ini yang disebut &lt;em&gt;risk sharing&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; ; jadi &lt;em&gt;risk  transfer&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dilarang – namun &lt;em&gt;risk sharing&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dianjurkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Misal, dalam aqad &lt;em&gt;Mudharabah Muqayyadah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; (suatu jenis investasi yang spesifik) dengan sistem paket minimal  10 kambing per peserta – maka ada 10  peserta dalam satu kandang kambing standar kami yang isinya sampai 100  ekor kambing. Bila tanpa &lt;em&gt;taawun&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;, pemilik 10 ekor kambing yang mengalami  musibah kematian tiga ekor kambing misalnya – maka dia akan menanggung  sendiri kehilangan 30% dari investasinya tersebut. Tetapi bila kematian 3  ekor ini di &lt;em&gt;share&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dengan pemilik 100 ekor kambing, maka  kehilangan ini rata-rata hanya 3 %. Sebaliknya juga demikian bila  beranak dan menghasilkan susu –hasilnya juga di &lt;em&gt;share&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; ke sesama pemilik  kambing lain dalam kandang yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dengan  menggabungkan kedalam bilangan yang lebih besar – risiko insyallah akan  lebih stabil dan terkendali&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;- inilah yang disebut &lt;em&gt;law  of large numbers&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; atau hukum bilangan besar dalam ilmu &lt;em&gt;risk management.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Perlu disadari bahwa meskipun berbagai  upaya tersebut dilakukan, investasi kambing tetap akan lebih berisiko  ketimbang Dinar – meskipun memang investasi kambing ini juga berpeluang  memberi &lt;em&gt;reward &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;yang lebih besar ketimbang Dinar. Disamping &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; lain berupa banyaknya  lapangan pekerjaan yang tumbuh dari adanya investasi kambing ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lantas bagaimana Anda memilih antara kedua  investasi ini ?,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;prinsip dasar investasi tidak menaruh  seluruh telur dalam satu kandang-lah yang berlaku. Untuk persiapan pergi  haji, biaya kesehatan, biaya anak sekolah dan lain sebagainya yang  merupakan kebutuhan pokok Anda bila ada uang – maka memegangnya dalam  Dinar secukupnya untuk keperluan-keperluan tersebut – insyallah akan  sangat aman dan bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Diatas keperluan yang  sifatnya pokok tersebut bila Anda masih memiliki dana lebih – baru ke  investasi seperti ke per-kambing-an ini. Insyallah hasilnya akan beda,  karena selain ada harapan hasil finansial yang lebih tinggi – banyaknya  lapangan pekerjaan yang tercipta dari &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;project &lt;/span&gt;semacam ini insyallah membawa  barakah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; Maka &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Goat &amp;amp; Gold&lt;/span&gt;  kini menjadi pasangan investasi yang ideal untuk Anda.&lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Semoga Allah senantiasa memudahkan jalanNya pada kita semua.  Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-769234912519423288?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/769234912519423288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/goat-gold-investment-risk-and-reward.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/769234912519423288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/769234912519423288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/goat-gold-investment-risk-and-reward.html' title='Goat &amp; Gold Investment : Risk and Reward...'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-8702421627218194030</id><published>2010-06-27T13:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T13:14:10.764-07:00</updated><title type='text'>Model Matematika Kambing : Work Smart-nya Para Nabi...</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Bahwasanya seluruh  nabi-nabi menggembala kambing, ini hadits-nya shahih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=303:kambingnomics-sistem-ekonomi-warisan-para-nabi&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; Namun potensi ekonomi  yang luar biasa yang terbawa dari ekonomi berbasis kambing&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ini  yang belum banyak diungkap oleh para pakar perkambingan sekalipun.  Dalam tulisan ini saya ingin &lt;em&gt;share&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; potensi tersebut dengan  menggunakan model matematika, yang kemudian hasilnya saya tuangkan  dalam grafik agar mudah dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Untuk membuat model ini, perlu diketahui  karakter kambing ini antara lain kemampuan beranaknya yang 3 kali dalam 2  tahun; rata-rata anak dua meskipun bisa 3, 4 atau 1. Kemudian kambing  adalah juga merupakan hewan yang mudah mati bila terkena penyakit, rasio  kematian yang dianggap wajar adalah 5 %.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Nah kalau sebagai contoh Anda pelihara 100 ekor kambing  sekarang, berapa ekor kambing akan Anda miliki 10 tahun yang akan datang  bila diambil rata-rata beranak 3 kali dalam dua tahun, rata-rata sekali  beranak 2 dan rasio kematian 5% ?. Anda akan terkejut dengan jumlahnya ,  pada akhir tahun ke 10 jumlah kambing di kandang Anda bisa mencapai&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;681,000 ekor !. Wow, nggak masuk akal ? , berikut penjelasannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="width: 443px;" class="img_caption top"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.geraidinar.com/images/2010/matkambing3.jpg" alt="Bila 3 x  kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor dan tingkat kematian populasi 5%" title="Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor dan tingkat kematian  populasi 5%" align="top" border="0" vspace="1" width="443" height="330" hspace="1" /&gt;&lt;p&gt;Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor dan tingkat  kematian populasi 5%&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dengan  rasio kematian 5% per tahun; kambing indukan awal yang tadinya 100 –  akan tinggal 63 ekor pada tahun ke 10. Tetapi kambing turunan 1, sudah  ada 300-ekor pada akhir tahun ke 2 dan telah menjadi 1790-an ekor pada  akhir tahun ke 10. Kemudian mulai tahun ke 4 lahir kambing turunan ke 2,  yang pada akhir tahun ke 10 telah menjadi sekitar 22,000 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Mulai tahun ke 6 lahir turunan ke 3, yang  kemudian pada akhir tahun ke 10 jumlah turunan ke 3 ini telah mencapai  sekitar 149,000 ekor. Pada tahun ke 8 lahir turunan ke 4, yang dua tahun  kemudian yaitu akhir tahun ke 10 turunan ke 4 ini telah mencapai  509,000 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="width: 442px;" class="img_caption top"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.geraidinar.com/images/2010/matkambing2.jpg" alt="Bila 3 x  kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor dan tingkat kematian populasi 10%" title="Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor dan tingkat kematian  populasi 10 %" align="top" border="0" vspace="1" width="442" height="331" hspace="1" /&gt;&lt;p&gt;Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 2 ekor  dan tingkat kematian populasi 10 %&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Jadi kambing Anda saat itu dari induk awal  sampai turunan ke 4-nya adalah 63+1,790+22,000+149,000+509,000 =  681,853 ekor. Apakah semudah ini kita beternak kambing ?, tentu tidak.  Untuk menggarap potensi yang besar tersebut tantangannya tidak kalah  besarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Untuk menjaga agar kematian rata-rata  berada disekitar angka 5% saja – ini dibutuhkan berbagai keahlian dokter  hewan untuk mengatasi berbagai penyakit yang bisa menyerang kambing.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Untuk membuat kambing hamil dan beranak tepat waktu setiap 8  bulan, dibutuhkan serangkaian ahli-ahli reproduksi hewan yang canggih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Untuk menjaga kesehatan kambing agar dapat  hidup sampai usia 10 tahun, dibutuhkan ahli-ahli pakan dan nutrisi  hewan yang paripurna. Walhasil intinya tidak mudah, namun potensi  tersebut riil dan bisa dicapai. Saya sendiri optimis, bahwa seluruh  keahlian tersebut pasti ada di anak-anak bangsa ini. Tinggal menemukan  saja orang-orang yang tepat untuk ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Katakanlah  kita tidak berhasil membuat tingkat kematian hanya 5 % tetapi 10 %,  maka kambing kita pada tahun ke 10 masih akan mencapai diatas 500,000  ekor. Bila kita gagal membuat kambing beranak tepat waktu setiap 8 bulan  dengan anak rata-rata 2; tetapi hanya tercapai separuhnya saja; maka  kambing kita pada akhir tahun ke 10 akan turun drastis tetapi masih  diatas 58,000 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="width: 442px;" class="img_caption top"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.geraidinar.com/images/2010/matkambing.jpg" alt="Bila 3 x  kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor dan tingkat kematian populasi 5%" title="Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor dan tingkat kematian  populasi 5%" align="top" border="0" vspace="1" width="442" height="331" hspace="1" /&gt;&lt;p&gt;Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor dan tingkat  kematian populasi 5%&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Anggap  kita gagal keduanya, yaitu kambing hanya beranak separuh dari target (3  ekor dalam 2 tahun bukan 6 ekor dalam 2 tahun), kemudian kita juga  hanya bisa menekan kematian pada tingkat 10% populasi per tahun – maka  kambing kita di akhir tahun ke 10 masih berjumlah di kisaran 43,000  ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="width: 442px;" class="img_caption top"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.geraidinar.com/images/2010/matkambing1.jpg" alt="Bila 3 x  kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor dan tingkat kematian 10%" title="Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor dan tingkat kematian  populasi 10%" align="top" border="0" vspace="1" width="442" height="333" hspace="1" /&gt;&lt;p&gt;Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @ 1 ekor  dan tingkat kematian populasi 10%&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Jadi rentang hasil peternak yang biasa  saja dengan peternak yang berhasil sampai akhir tahun ke 10 adalah  antara 43,000 – 680,000 ekor. Seandainya toh kita hanya menjadi peternak  yang biasa-biasa saja tetapi benar-benar dilakukan, maka problem daging  dan susu nasional yang sampai sekarang masih mengandalkan produk import  insyaallah bisa kita atasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Inilah barangkali salah  satu rahasia ekonomi para nabi, mereka bekerja dengan cerdas menggembala  kambing karena &lt;em&gt;multiplier effect&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; yang luar biasa ini.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda..???&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-8702421627218194030?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/8702421627218194030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/model-matematika-kambing-work-smart-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/8702421627218194030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/8702421627218194030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/model-matematika-kambing-work-smart-nya.html' title='Model Matematika Kambing : Work Smart-nya Para Nabi...'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-4632166860138057339</id><published>2010-06-27T13:02:00.001-07:00</published><updated>2010-06-27T13:08:33.422-07:00</updated><title type='text'>Kambingnomics : Sistem Ekonomi Warisan Para Nabi…</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/gembala.jpg" alt="Gembala  Kambing" title="Gembala Kambing" align="left" border="0" vspace="3" width="240" height="248" hspace="6" /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;“&lt;em&gt;Tidaklah  Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing”. Lalu  para sahabat beliau bertanya: “Demikian juga engkau?” Beliau menjawab:  “Ya, Aku dahulu menggembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah  dengan imbalan beberapa qiraath.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Para ulama umumnya menafsirkan hadits tersebut dengan  menguraikan beberapa kebaikan dari penggembalaan kambing, diantaranya  adalah : melatih kesabaran, mengembangkan sifat tawadhu, kasih sayang  terhadap yang lemah, cinta usaha dan mandiri, membangun kekuatan  jasmani, membangun keberanian , mengembangkan managerial skills dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Saya ingin meng-elaborate salah satu saja  dari kebaikan-kebaikan dari penggembalaan kambing ini dalam konteks  ekonomi modern, yaitu &lt;em&gt;growing asset&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; (asset tumbuh) yang  sesungguhnya. Mengapa demikian ?, coba perhatikan beberapa perbandingan  berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Bila kita menaruh dana  di bank dalam Rupiah, bagi hasil kita saat ini akan berkisar antara 6 - 7  % per tahun. Sementara inflasi rata-rata Indonesia sejak tahun 2001 –  sekarang masih diatas 8 %, artinya uang kita yang di deposito bukannya  tumbuh malah menyusut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Bila kita taruh uang kita dalam deposito US$,  maka bagi hasil kita saat ini berkisar antara 1 – 3 % per tahun.  Sementara inflasi rata-rata US$ dalam 38 tahun terakhir adalah 4.37%;  lagi-lagi uang kita dalam US$ bukannya tumbuh malah menyusut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Bila kita taruh uang  kita di Dinar; grafik tahunan yang selalu bisa dilihat di  GeraiDinar.Com, untuk setahun terakhir menunjukkan appresiasi nilai  Dinar – per data pagi ini, ketika artikel ini saya buat -&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mencapai  22.67% setahun terakhir dan 380% untuk 10 tahun terakhir !.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Appresiasi  nilai Dinar melambung hampir 3 kali angka inflasi; tetapi sesungguhnya  Dinar Anda jumlah keping-nya tetap, hanya nilainya saja yang melonjak.  Dinar adalah proteksi asset yang sangat efektif melindungi daya beli  dari hasil jerih payah kita semua, tetapi Dinar yang disimpan saja tidak  akan menjadi &lt;em&gt;growing asset&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kambing setiap tahun  beranak, sekali beranak bahkan sering tidak hanya satu – kadang dua  bahkan ada yang sampai empat. Ambil angka terendahnya 1; ambil pula  risiko kematiannya 1/10 anak kambing. Maka setiap tahun satu kambing  menghasilkan 0.9 kambing; diambil lagi biaya pemeliharaannya 50%-nya  maka masih menghasilkan 0.45 satuan kambing. Karena satuan kambing ini  sama dengan satuan Dinar (sejak jaman Rasulullah SAW sampai sekarang,  harga satu kambing kelas rata-rata setara dengan satu Dinar),&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;maka  investasi kita di kambing insyaallah akan memberikan hasil 45% per  tahun dalam satuan Dinar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Jadi jelas bahwasanya memelihara kambing  seperti yang dilakukan oleh para nabi, sesungguhnya tetap relevan sampai  di jaman ekonomi modern saat ini sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Bukan hanya dari sisi pertumbuhan asset  yang berkelanjutan (sustainable growing asset) berupa kambing ini  sendiri, tetapi manfaat lain yang sangat besar yang bisa dihasilkan oleh  industri perkambingan ini yang seharusnya juga mendapatkan perhatian  kita semua. Diantara manfaat ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Susunya adalah minuman yang bersih dan sehat.&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=293:investasi-sehat-untuk-minuman-sehat&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kotorannya adalah salah satu bahan pupuk  organic yang paling baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kulit dan bulunya menjadi bahan baku  industri/kerajinan yang berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Pemeliharaannya  menciptakan lapangan kerja yang sangat luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Tidak dibutuhkan modal  besar untuk memulai memelihara kambing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dlsb.dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dengan nilai ekonomi yang begitu tinggi dari industri  perkambingan ini; tidak heran negeri jiran yang lebih teliti melihat  peluang – tanpa kita sadari mengambil ribuan kambing kita setiap  tahunnya. Bahkan kamping Peranakan Etawa (PE) yang sesungguhnya bisa  menjadi unggulan kambing Indonesia dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Purworejo sebagi  sentral produksinya – kini kambing tersebut mudah sekali dijumpai dalam  skala besar di peternakan-peternakan kambing negeri jiran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Hanya saja jangan harap kita menemui  istilah kambing PE disana, kambing yang asalnya dari Purworejo ini di  negeri jiran telah berubah nama menjadi kambing serawak. Kita tidak bisa  menyalahkan siapa-siapa untuk ini, karena ternak unggulan ini tidak  mendapatkan perhatian yang semestinya dari pihak yang berwenang disini –  maka tidak heran ternak unggulan ini kini di-openi dan dikembangkan  orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Belum terlambat  sebenarnya kita untuk memulai.  Kita ingin mulai  berperan secara serius di pentas perekonomian dengan mencontoh apa yang  dialkukan para nabi, menggembala (baca : beternak) kambing. InsyaAllah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-4632166860138057339?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/4632166860138057339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/kambingnomics-sistem-ekonomi-warisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/4632166860138057339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/4632166860138057339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/kambingnomics-sistem-ekonomi-warisan.html' title='Kambingnomics : Sistem Ekonomi Warisan Para Nabi…'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2578019468373368729.post-6281805987985478740</id><published>2010-06-27T12:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T13:01:15.436-07:00</updated><title type='text'>Susu Kambing Malaysia Rasa Jawa, Why...?</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/2010/jamnapari.jpg" alt="Industri Kambing" title="Industri Kambing" align="left" border="0" vspace="3" width="300" height="238" hspace="6" /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" class="Apple-style-span"&gt;Ahad lalu team kami berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan kambing  paling modern yang ada di Johor – Malaysia. Meskipun sangat melelahkan  karena lokasi kandang kambing yang sekitar 6 jam perjalanan darat dari  Kuala Lumpur, insyallah perjalanan ini tidak sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Paling tidak, kami team Indolaban berharap bisa ikut  membantu program pemerintah yang melalui janji Presiden kita akhir bulan  lalu (31/03/2010) di Tulungagung diungkapkan bahwa, &lt;span style="color: rgb(35, 35, 35);"&gt;"&lt;em&gt;Kami akan membicarakan dan merumuskannya dalam  sebuah kebijakan nasional sehingga pengembangan kambing ettawa ini bisa  terus berkembang pesat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 35, 35);"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Bagaimana  janji tersebut bisa dimplemantasikan ?, setidaknya ada tiga point yang  kita bisa ambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh negeri jiran  kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Pertama  kita harus memiliki visi bahwa yang sedang kita bangun adalah sebuah  industri spesifik yang terkait dengan perkambingan ini. Bukan sekedar  beternak kambing terus kemudian setelah berhasil kambing-kambing kita  dan produk yang dihasilkan tetap bernilai rendah untuk standar dunia.  Tanpa terbangunnya industri ini, maka kerja keras para peternak kita  untuk menghasilkan kambing dan susu – tidak akan memberikan reward yang  pantas untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Kedua  untuk membangun industri di point pertama tersebut diperlukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;standar  kwalitas pengelolaan peternakan kita, agar mampu menghasilkan produk  dengan standar yang diakui dunia seperti HACCP (Hazard Analysis Critical  Control Point)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;misalnya. Tanpa pencapaian standar seperti  ini, produk-produk kambing kita seperti susu dan bahan turunannya akan  sulit untuk menembus pasar dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Ketiga untuk pencapaian point 1 dan 2  ; kita harus bisa ‘Kerja Berpasukan’ – bahasa Malaysia yang artinya &lt;em&gt;teamwork&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;.  Seluruh stakeholder perkambingan harus bisa bekerja sama, saling  mengisi dan menyempurnakan – bukan saling bersaing dan menjatuhkan –  sehingga terbangun industri yang kokoh yang siap bersaing dengan  industri sejenis di negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Ironi memang ketika kita melihat  berbagai produk berbasis susu kambing seperti &lt;em&gt;moisturizing, body  lotion,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; sabun dlsb. yang kita jumpai di pasaran  Indonesia saat ini adalah produk Malaysia – ya antara lain dari  peternakan yang kami kunjungi tersebut diatas. Padahal di dalam kandang  kambing mereka disana, mayoritas kambingnya ya dari Jawa - Indonesia.  Tenaga kerjanya juga sebagiannya dari Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Jadi kita kirim  kambing-kambing kita dengan harga murah kesana; kemudian juga  tenaga-tenaga kasar untuk pemeliharaan kambingnya; namun setelah  menghasilkan produk yang mahal – maka produk yang mahal ini balik lagi  ke Indonesia. Dibeli oleh orang-orang kaya Indonesia yang mampu membeli  sabun mahal susu kambing, juga pelembab tubuh berkwalitas tinggi dari  susu kambing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Mengapa mereka bisa menikmati nilai tambah yang  tinggi sedangkan kita belum ?, jawabannya adalah karena mereka sudah  bisa membangun industri perkambingannya sedangkan kita baru  mencanangkannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Karena terbangunnya industri ini,  peternak mereka tidak terlalu susah untuk memperoleh pakan yang murah,  peralatan-peralatan peternakan yang lengkap, obat-obat perkambingan yang  tersedia cukup dlsb. Contoh kecil untuk hal ini adalah &lt;em&gt;nipple&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;  – semacam dot susu dari logam untuk membuat system pemberian air minum  yang cukup bagi kandang kambing, harganya hanya sekitar Rp 45 ribu per  buah – tetapi hal-hal kecil demikian tidak mudah kita peroleh di sini –  sementara di Malaysia barang seperti ini bahkan bisa kita beli di  peternakan kambing yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Bagaimana hal-hal detil yang  nampaknya sepele tetapi sangat dibutuhkan untuk tumbuhnya industri  perkambingan yang berkwalitas bisa ditangani ? jawabannya adalah ‘ Kerja  Berpasukan’ tadi. Maka bila janji Presiden SBY dalam kesempatan  tersebut diatas – bahwa anggaran pengembangan kambing akan masuk pada  APBN 2011; maka berikutlah menurut saya prioritas penggunaannya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;1)  Biayai riset dan publikasikan hasilnya secara transparan; agar  masyarakat luas tahu kelebihan-kelebihan susu kambing, daging kambing  dan berbagai potensi lainnya yang terkait dengan kambing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;2) Fasilitasi  jalan untuk mempermudah perijinan yang terkait dengan POM, MUI dan  sertifikasi internasional HACCP tersebut diatas – agar produk-produk  kambing kita mudah diterima pasar, baik domestik maupun internasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;3)  Fasilitasi rakyat untuk mampu belajar mengelola kambing dengan baik dan  benar. Contoh gambar diatas adalah kambing yang bisa berbaris rapi  untuk diperah susunya, bagaimana bisa membuat kambing berbaris rapi  untuk diperah susunya ? – SDM yang mengelola kambing yang pertama harus  dilatih untuk mampu mengelola kambing-kambing tersebut. Setelah itu baru  dia bisa melatih kambingnya untuk bisa berbaris setiap saat mau diperah  susunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;4)  Fasilitasi rakyat untuk memperoleh bibit-bibit unggul kambing secara  murah atau bahkan gratis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;5) Bangun jaringan industri dan pemasaran, baik  yang terkait dengan kebutuhan bahan/alat bagi para peternak – maupun  yang terkait dengan hasil-hasil dari peternakan kambing ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt;Bila  terbangun &lt;em&gt;teamwork&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica; color: rgb(35, 35, 35);"&gt; yang baik antara  pemerintah, pengusaha, peternak dan masyarakat pada umumnya; maka sangat  bisa jadi industri perkambingan ini menjadi salah satu tulang punggung  ekonomi kerakyatan kita yang sesungguhnya. Menggembala kambing adalah  apa yang dilakukan  oleh seluruh para nabi, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;maka tidak ada salahnya kita menseriusi urusan  perkambingan ini sebagai salah satu upaya untuk membangun kedaulatan  ekonomi di negeri ini. Insyallah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2578019468373368729-6281805987985478740?l=emasdankambing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emasdankambing.blogspot.com/feeds/6281805987985478740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/susu-kambing-malaysia-rasa-jawa-why.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/6281805987985478740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2578019468373368729/posts/default/6281805987985478740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emasdankambing.blogspot.com/2010/06/susu-kambing-malaysia-rasa-jawa-why.html' title='Susu Kambing Malaysia Rasa Jawa, Why...?'/><author><name>emasdankambing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603443890454671328</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
